(Source: kurniawangunadi)

malam itu aku sangat sulittertidur, aku berusaha memejamkan mata namun pikiranku melayang entah kemana.

banyak hal yang muncul di otakku saat itu. sesaat aku berfikir akan keluarga dirumah, sesaat kemudian aku berfikir akan tugas dan kuliahanku, namun banyaaak waktu saat aku berfikir akan kamu.

aku berfikir sampai kapan aku mengagumimu dari jauh seperti ini. sampai kapan aku diam diam cemburu akan kedekatanmu dengannya seperti ini?

aku berfikir untuk menyudahi dan terkadang aku berhasil, aku berhasil tidak memikirkanmu, namun itu tidak bertahan lama. bagaimana bisa aku berhenti memikirkanmu bila setiap hari namamu selalu tersebut dalam shalatku, (lucu bukan? itu benar, dengan atau tanpa kemauanku, namamu selalu tersebut di salah satu shalatku )

yayayaya, aku hampir gila bila memikirkan perasaanku yang entah apa bentuknya ini, terkadang aku bisa mengendalikannya didepanmu, aku bisa bersikap biasa saja dan bisa tetap bersenda gurau layaknya aku dan temanku yang lain, tapi terkadang tidak, aku malah membuat kita menjadi tidak nyaman, bahkan bertegur sapa pun tidak.

apa yang harus kulakukan, apa kukatakan saja semuanya kepadamu?

tidak,aku tidak seberani itu, 

setiap malam aku terus memikirkan hal ini, namun tidak pernah kutemukan jawabannya,

aku hanya bertanya dan terus bertanya hingga akhirnya aku terlelap, lalu aku menemukan “kita” dimimpiku, namun sayang, saat pagi datang aku dipaksa untuk tersadar bahwa itu semua hanya mimpi.

sungguh ini berlangsung setiap hari, dan semakin kemari, semakin sulit untuk aku menemukan jawabannya.

Seringkali kau membayangkan bahwa istrimu adalah seseorang yang telah memiliki titel-gelar-atau profesi. Tapi pernahkah kau membayangkan bagaimana jika istrimu masih menjadi mahasiswi di salah satu perguruan tinggi? Pernahkah kau membayangkan bagaimana jika istrimu yang masih muda ini adalah…

Cinta akan datang saat hujan reda.

Dibalik tirai-tirai toko kue sepanjang jalan kota. Aku duduk berteduh dibawahnya. Di balik jendela kaca kamu memandang keluar. Di balik kaca matamu berkaca-kaca. Oleh rasa sedih yang datang setiap kali kamu bangun pagi.

Aku memandangmu dari jauh. Sebab aku…

Wow! Setahun, iya setahun!
Kamu sudah melewati satu tahun terberatmu uci!!
Setidaknya itu memang terberat, sepanjang hidupku, itu memang tahun terberatku,
Ujian batin, yang benar benar di luar ekspektasi
Hebatnya aku masih ingat setiap alur ceritaku di tahun iu
Seakan baru saja terjadi kemarin malam
Aku butuh waktu, lebih lama lagi, yaa mungkin setahun lagi
Tidak
Aku hanya butuh sesuatu yg bisa mengalihkanku dari dari pikiran pikiran akan cerita ku yang satu itu,
Aku butuh buku baru
Aku butuh pulpen baru
Tapi kini yg allah beri hanya waktu,
Waktu yg harus kuhabiskan hingga berhenti pada satu detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun yang tepat
Hingga allah benar benar menemukan buku dan pulpen yang tepat untukku
Untukku tuliskan cerita cerita baru ku
Kini tahun sudah berganti, tapi belum juga ku terima buku dan pulpen baru
Aku tau, allah hanya belum menemukan buku yang bagus, yg tahan lama tak gampang lapuk,
begitu juga dengan pulpen, allah hanya belum menemukan pulpen yang tepat, dimana tintanya tak akan pernah habis
Karena cerita baruku ini berbeda, cerita ini sangat panjang, penuh kebahagiaan yang berakhir dengan indah
Aku masih bisa bertahan setahun lagi
Sejuta tahun sekalipun,
Karna aku sudah bisa melewati satu tahun terberatku

"Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka hanya bisa mendoakan, setelah lelah berharap. Pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali hingga makin lama makin besar lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang diinginkan. Terkadang yang diinginkan bisa jadi yang tidak sesungguhnya dibutuhkan. Dan sebenarnya yang dibutuhkan hanyalah merelakan. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa melakukan seperti yang mereka selalu lakukan… jatuh cinta sendirian*"

— Raditya Dika (via madamoisellemathilda)

(Source: akuwenibukanmamat, via kutueksis)

Pertemuanku denganmu yang merupakan kebetulan yang indah
Membuatku mengerti akan keindahanmu
Perkenalan yang begitu singkat
Telah mampu membuatku terus terbayang akan dirimu.

Selang waktu berlalu, kita kembali di pertemukan.
Kebetulan - kebetulan yang indah dan begitu menyenangkan
Seakan - akan membawaku terbang ke alam mimpi.
Mimpi indah yang membuatku tak ingin terbangun lagi.

Dirimu bagaikan bintang terindah di gelapnya malam
Begitu terang, menyinari duniaku
Membuatku ingin memilikimu
Memilikimu hanya untuk aku sendiri.

Namun apakah mungkin?
Dirimu terlalu indah untuk kumiliki,
Dirimu terlalu jauh untuk ku raih
Bahkan engkau terlalu sempurna untukku.

Aku tersadar dari mimpi - mimpiku
Ternyata semua memang hanya mimpi
Mimpi yang tak akan pernah jadi kenyataan
Mimpi yang terlalu indah untuk terwujudkan.

Namun, sungguh kebetulan - kebetulan ini terlalu indah untuk sekedar disebut kebetulan
Apakah ini takdir Tuhan?
Takdir yang akan menyatukan kita munkin?
Mungkinkah Tuhan menakdirkan mimipi indah ini untuk terwujud?

Kini, kau tak sendiri,telah ada bintang lain di sisimu.
Tak mungkin untuk aku bersamamu.
Takdir begitu kejam,
Mempertemukan kita hanya untuk membuatku mengagumi sosokmu yang begitu sempurna.

Kejamnya takdir ini tak membuatku membencimu
Karena aku terlalu mengagumimu
Sosok yang terus menghiasi mimpi2 indahku.

"

Udah untuk kesekian kalinya berada di posisi, “orang yakin aku bisa tapi aku sendiri nggak yakin bahwa aku bisa”, dan di posisi “sedih karna saat orang minta tolong ke aku dan mereka yakin aku bisa nolongin sementara kenyataannya aku nggak bisa nolongin apa apa”
Berada di dua posisi itu sedih, sumpah :(

"
"

Jangan buat aku seperti orang bego yang ngeladenin semua maunya kamu,

"
"

Sekarang kau invite aku, kemudian kau delcont aku. Ahahaha maumu apa?

"
"

Tolong jangan perlihatkan muka anda didepan mata saya, atau mengirimkan kabar apapun tentang ada ke telinga saya. Cuma dengan begitu saya bisa melupakan sejenak memori tentang kita dan cuma dengan begitu luka dihati saya bisa sedikit terobati.. tolong dimengerti.

"
"Some people are meant to fall in love with each other, but not meant to be together."

— 500 days of summer. (via thatlonelykidd)

(Source: xperfectlycrystalclear)

"

Ya allah, hamba yakin dibalik semua rasa sakit yang Engkau titipkan, ada berjuta kebahagiaan yg akan Engkau berikan nanti sebagai balasannya
Amin

"